Metode Pembelajaran Les Privat Terbaik

Metode Pembelajaran Les Privat Terbaik

Metode Pembelajaran Les Privat melibatkan tanggung jawab yang besar, sekaligus merupakan pengalaman hidup yang sangat memuaskan. Perlu diketahui bahwa menjadi guru les yang baik adalah lebih dari sekadar menguasai suatu pelajaran. Untuk membantu murid mencapai potensi maksimalnya, Anda perlu menganalisis kebutuhan dan tujuan dari tiap murid. Dengan pendekatan yang lebih pribadi, murid mana pun bisa lebih menguasai materi yang sulit.

Mengevaluasi Kebutuhan Murid

Perhatikan apa yang sudah diketahui si murid. 

Ketika mengenalnya pertama kali, ukurlah apa yang sudah diketahuinya, supaya Anda lebih efisien dalam mengajar. Tanyakan pada si murid apa yang ia kuasai dan apa yang paling ia sukai dari mata pelajaran itu. Izinkan murid bebas berbicara tentang pelajaran itu, atau bahkan memamerkan pengetahuannya. Dengan begini si murid akan merasa pintar dan dihargai sementara Anda juga bisa mengetahui materi apa saja yang sudah diketahuinya.

Tanyakan tentang kesulitan belajar murid.

Dalam Metode Pembelajaran Les Privat Biasanya, setiap murid sudah tahu kelemahannya sendiri. Mereka tahu pertanyaan seperti apa yang biasanya tak bisa mereka jawab ketika ujian, atau penjelasan bagian mana yang membingungkan bagi mereka. Biarkan si murid menceritakan bagian mana yang tak ia pahami dan buat daftar topik-topik itu sebagai referensi Anda sendiri.

Ajak murid membuat tujuan bersama-sama. Buat perpaduan daftar tujuan utama dan tujuan minor yang bisa dicapai dalam jangka waktu yang masuk akal. Contohnya, mungkin murid tidak bisa langsung memperoleh peningkatan nilai matematik dalam waktu sebulan, tetapi target tiga bulan lebih masuk akal untuk melihat perbaikan. Tujuan minor adalah tujuan untuk jangka pendek, misalnya di akhir pelajaran, si murid harus menulis rangkuman sepanjang 150 kata dari suatu sumber yang akan dipakai dalam esai riset yang akan datang.

Pantau kemajuan si murid. Buat sebuah bagan agar Anda dan si murid sama-sama bisa melihat kemajuan pelajaran, baik dalam sesi Anda dan juga di sekolah. Bagan ini boleh juga mencakup hal-hal seperti:

  1. Nilai kuis dan ujian
  2. Nilai secara keseluruhan di kelas
  3. Pencapaian dari semua tujuan yang ditetapkan bersama
  4. Evaluasi Anda atas usaha si murid
  5. Evaluasi Anda tentang pemahaman konsep si murid

Berikan dorongan semangat dalam bentuk banyak pujian ketika memberikan penilaian yang bersifat kualitatif. Kalau nilai si murid tak membaik padahal Anda melihat bahwa ia sudah berusaha keras, bagan Anda dapat membantunya agar tak berputus asa.

Membuat Kerangka Pelajaran

 Mulailah dengan menanyakan tentang materi dari sesi sebelumnya.

Sebelum berpindah ke materi baru, sebaiknya murid sudah menguasai materi yang sebelumnya. Tanyakan satu atau dua pertanyaan terbuka sehingga murid bisa menjelaskan pengertiannya atas konsep materi itu. Kalau murid kesulitan, mungkin Anda perlu mengingatkan beberapa hal sebelum melanjutkan ke materi baru. Ingat juga untuk memberi kesempatan murid bertanya tentang materi itu.

Bantu murid menguasai standar pelajaran yang diberikan dari sekolah.

Ingatkan murid untuk segera memberi tahu Anda bila ada proyek atau esai. Bagi tiap proyek menjadi bagian-bagian kecil dan kerjakan bersama satu per satu, pelan-pelan saja, tetapi selesaikan lebih awal dari tenggat. Dengan begini proyek tersebut akan lebih baik kualitasnya, selain juga Anda memberi contoh pada murid bagaimana mengatur waktu dengan efektif.

Kalau guru sekolah si murid memberikan kisi-kisi untuk ujian, sesuaikan isi sesi pelajaran Anda menurut materi tersebut.

Klik Sekarang Untuk Mendaftar Lowongan Ngajar Bimbel

Fokuskan tiap sesi untuk suatu tujuan yang spesifik. 

Tergantung dari kebutuhan si murid dalam suatu mata pelajaran, mungkin Anda perlu membantunya untuk suatu esai atau proyek, atau mungkin menjelaskan tentang suatu konsep yang diajarkan di sekolah. Setelah menelaah materi sebelumnya, beritahukan murid apa tujuan Anda dalam sesi yang berjalan. Pastikan tujuan Anda masuk akal, contohnya:

  1. “Hari ini, kita akan mengerjakan kerangka esai ini. Jadi kita telusuri semua ide kamu, lalu kita urutkan sebaik mungkin menjadi kerangka.”
  2. “Hari ini, kita akan mempelajari jaringan pasukan Sekutu di Perang Dunia II. Sesi berikutnya, kita akan mempelajari pihak negara-negara Poros.”
  3. “Hari ini, kita akan mencoba mengerjakan semua soal matematika yang kamu sempat salah di ujian terakhir. Lalu, kita coba soal-soal lain yang konsepnya sama.”

Metode Pembelajaran Les Privat

Beri kesempatan si murid untuk berhasil.

Memang penting untuk mencapai tujuan akhir, tetapi jangan membuat murid putus asa dengan menerapkan standar yang terlalu tinggi. Di tiap sesi harus ada latihan yang Anda yakin bisa diselesaikan si murid dengan baik. Lalu dari sana, Anda bisa mengarahkan pada latihan yang lebih sulit dan menantang.

Jika si murid tak berhasil mencapai hasil yang Anda harapkan, jangan menyerah! Ulangi latihan hingga ia bisa. Ketika ia berhasil, beri pujian atas keberhasilannya melewati kesulitan.

Berikan istirahat. 

Waktu istirahat jangan lebih dari 5 menit. Belajar dalam jangka waktu panjang bisa membuatnya lelah dan kehilangan fokus. Istirahat 5 menit cukup untuk membuatnya kembali segar tanpa kehilangan momentum belajar.

Beradaptasilah dengan kebutuhan si murid.
Memang dari awal Anda berdua sudah bersama-sama menentukan tujuan, tetapi kadang anak-anak atau remaja bisa jenuh, dan orang dewasa pun bisa. Kalau si murid sepertinya lelah atau suasana hatinya sedang jelek, jangan ragu untuk sedikit bergurau dan membuat suasana lebih nyaman. Contoh, bila Anda mengajarkan bahasa asing, ada baiknya mendengarkan dan menerjemahkan lagu daripada mengerjakan latihan konjugasi kata. Mungkin Anda bisa sama-sama menonton film kartun dalam bahasa asing lalu lihat seberapa jauh si murid mengerti ceritanya.

Sesuaikan cara mengajar Anda dengan cara belajar si murid.

Tidak semua anak-anak belajar dengan cara yang sama. Ada yang lebih suka sendirian dalam belajar dan memecahkan masalah. Ada yang lebih efektif bila ditemani, yaitu bila Anda membuatnya merasa bahwa suatu masalah diselesaikan bersama-sama.

  1. Murid jenis auditori lebih cepat belajar dengan mendengarkan penjelasan verbal, jadi segala konsep perlu Anda ucapkan padanya. Murid jenis verbal sebaliknya perlu mengucapkan sendiri segala konsep yang ingin dipelajari, jadi Anda harus sabar mendengarkannya.
  2. Murid jenis kinestetis perlu bekerja dengan tangannya. Bawalah suatu rangka tiga dimensi bila Anda ingin mengajarkan anatomi, atau lilin mainan yang bisa dibentuk serupa organ tubuh.
  3. Murid jenis visual perlu alat bantu seperti gambar, bagan, atau video pelajaran.

Akhiri tiap sesi dengan melihat pada sesi selanjutnya.

Akhir dari sesi les bukan berarti pelajaran sudah “selesai” untuk minggu itu. Tegaskan bahwa selagi tidak bertemu, Anda tetap mengharapkannya bersiap-siap untuk sesi berikutnya. Jika ada tugas yang tidak selesai selama sesi, jadikan itu PR untuk pertemuan berikutnya. Selain itu, jika Anda berencana memberikan aktivitas yang menyenangkan di pertemuan selanjutnya, beritahu pada murid agar ia penasaran untuk datang.

Klik Sekarang Untuk Mendaftar Lowongan Ngajar Bimbel

Source; Wikihow

Leave a Reply